Hari ini gw belajar sesuatu,
yakni how to respond,
seperti di teori yang sudah ada
result = respond + action
ketika seseorang menerima suatu kritikan misalnya, tentunya seseorang memiliki beberapa alternative:
- defensive, tetap bersikukuh dengan apa yang di pegang (ngeyel dulu kalo boso jowonya)
- acceptable, dan langsung convert kritikan itu sebagai masukan
- neglective, langsung di abaikan
nah, gw ini termasuk pada tipe pertama yg defensive, sehingga secara otomatis selalu ngeyel duluan mempertahankan apa yg sudah gw pegang
but setelah itu, gw selalu mencoba untuk review kembali, benarkah respond yang sudah saya lakukan ?
di dalam hati muncul semacam feeling bahwa "seharusnya tadi gw bisa mencoba untuk calm down dan menerima dulu, kemudian baru kembangkan hasil dari kritikan tersebut, sehingga semua pihak merasa win-win"
sifat dasar seseorang memang agak susah di ubah,
but tentunya gw selalu ingin mencoba untuk memperbaiki diri,
sehingga kelak, kematangan dalam berpikir akan lebih dewasa =)
harapannya sih begitu menghadapi sesuatu, result dari tindakan yang di ambil akan menjadi lebih baik.
good respond + action = better result
seperti dulu saat mengerjakan ujian pada saat ujian calculus,
begitu mulai, langsung kerjakan sampai abis, dah selesai, langsung keluar, tanpa di check ulang,
hasilnya nilai calculusku dapet C pada semester 1. kesalahannya bukan pada rumus yang di gunakan, tapi karena ketidaktelitian semata.
semester 2 tentunya tidak mau hal tersebut berulang, sehingga, aku menempelkan tulisan di calculator bunyinya " Teliti Hau!!" (fyi. hau is my chinese name)
dan hasilnya ternyata sangat efektif.
but.. untuk kasus how to respond in every conversation/dealing with others in everyday life, dimanakah "tulisan/notice" tsb musti di "tuliskan" ?
hm, mungkin aku akan mencoba menulisnya di dinding
sehingga setiap pagi, bangun, gw inget bahwa "calm down first, than think clearly
"
special thanks for Friends @ CBM
tentunya masukan dari kalian akan semakin mengembangkan pribadiku